Sabtu, 30 Juli 2022

Terwujudnya Mimpiku

Nama:Annisa Mardhatilla Kelas: PAI 2D Makul: Media Pembelajaran Dosen pengampu: Bpk. Firmansyah El-Habas, M.Pd Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Annisa Mardhatilla, saya adalah mahasiswi prodi PAI semester 4. Saat dibangku SMA saya sudah sangat berniat untuk melanjutkan sekolah diperguruan tinggi. Alhamdulillah Allah SWT telah mengizinkan saya untuk dapat melanjutkan pendidikan hingga dibangku perkuliahan. Dari bangku sekolah saya mulai mempersiapkan diri untuk masuk keperguruan tinggi. Saat duduk di bangku SMA aku pernah memiliki banyak mimpi.. Berbagai macam wishlist telah kubuat... Sticky Note warna warni sangat penuh menghiasi dinding kamarku... Saat itu aku sangat menggebu, berikhtiar dan berharap mimpiku akan terwujud satu persatu... Kerjaanku sebelum melakukan rutinitas pagi adalah melihat dan membaca kertas warna warni itu... Senyum, semangat, optimis, dan sangat berambisi... Dari bangun pagi hingga tidur lagi yang ada di kepalaku adalah bagaimana caranya agar aku bisa mewujudkan itu semua.. Aku masih ingat beberapa impian terbesarku saat itu adalah bisa berkuliah, Bisa fasih dalam berbahasa Inggris, dan Lulus CPNS.. Saat itu rutinitas pagi dilakukan sambil mendengar lagu berbahasa Inggris, pergi kursus bahasa Inggris diPCC setiap jam 8 hingga jam 10 pagi penuh semangat walau sesekali kepala tegang karena menatap proyektor berjam-jam, waktu luang digunakan untuk melatih bahasa Inggris dihandphone, intinya saat itu aku hanya ingin bisa menguasai bahasa inggris.... Hari-hari terus kulalui dengan kegiatan yang sama hingga lulus SMA. Setelah lulus SMA, saya mencoba mendaftar kuliah melalui jalur SBMPTN, qadarullah saya tidak lulus dan saya mencoba mendaftar UMPTKIN di IAIN Pontianak. Setelah mengikuti tes dan beberapa proses Alhamdulillah saya diterima di IAIN Pontianak. Saya sangat bersyukur dan sangat senang. Saya berharap dengan berkuliah di IAIN Pontianak saya bisa mendapatkan ilmu yang berkah dan saya dapat bermanfaat bagi sekitar. Aamiin Allahumma Aamiin. Sekian sedikit kisah hidup saya.. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Ibuku Pahlawanku

Bismillah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Akan aku kenalkan sosok yang sangat aku cintai, yaitu Ibu. Semua orang pasti sangat mencintai ibunya, begitupun aku. Ibuku bernama Linda, kulitnya putih, senyumnya manis, matanya sendu, tubuhnya mungil. Senyumnya adalah suatu hal yang indah bagiku. Beliau adalah ibu rumah tangga, Pedagang rumahan, dan Guru mengaji dan seorang qori’ah. Setiap hari mengurus keluarga kecilnya, membantu ayahku berjualan dan mengajar anak-anak muridnya mengaji, Ibuku adalah orang yang sangat sabar, sangat jarang sekali marah, beliau tidak pernah begitu marah apabila kami anak-anaknya tidak mau belajar, tetapi ibuku bisa marah besar apabila kami meninggalkan sholat. Dari kecil aku memang tidak bisa jauh dari ibuku, aku selalu mengikuti beliau kemanapun ia berada, saat masih kecil, pernah ibuku pergi mengajar ngaji dan tidak membawaku karena aku tertidur, saat aku terbangun aku bergegas mencari ibuku dan menangis karena aku tak menemukannya disepanjang mataku. Aku dikenal sebagai anak yang selalu melekat pada ibu, aku sangat mencintai ibuku, bahkan sangat jarang aku tidur tanpa ibuku, jika aku tidur diluar rumah aku sulit untuk tidur. Seluruh keluarga besarku hampir semuanya tau bahwa aku adalah anak yang sangat manja dan sangat bergantung pada ibuku. Masakan yang sangat aku sukai yang dimasak oleh ibuku adalah Ayam semur Bali, aku bisa menambah berkali-kali, ibuku rela belajar memasak makanan itu demi kami lahap makan, hehe. Ibuku adalah Inspirasi ku, paling susah baginya untuk mengecewakan orang lain, selalu berusaha untuk tetap kuat walau ku lihat wajahnya lelah, rela berkorban demi kami anak-anaknya, pernah tidak beli baju baru demi anaknya menggunakan baju baru, rela menunda makan sebelum anak-anaknya kenyang. Ibuku adalah sumber kekuatanku, aku pernah bilang bahwa aku sangat mencintainya tetapi ibuku bilang padaku bahwa cintaku padanya tidak boleh lebih besar dibandingkan cintaku pada Allah SWT. Banyak keikhlasan yang diajarkan kepadaku dari sejak aku kecil. Ibuku adalah sahabatku, begitu banyak cerita yang aku bagi padanya, suka-duka semua aku ceritakan, cita-cita terbesarku salah satunya adalah membahagiakan ibuku, belum ada yang bisa ku berikan padanya, aku berdo'a agar ibuku dan keluarga ku sehat selalu, agar aku bisa membahagiakan mereka suatu hari nanti. Saat aku sakit, beliau lah orang pertama yang aku cari dan saat aku senang ibuku juga orang pertama yang aku ingat, ibuku adalah orang yang sangat sederhana, beliau tidak ingin tampil mewah, bukan karena tak bisa, tapi karena jiwanya memang sederhana. Ibuku adalah orang yang selalu tampil ramah dihadapan orang, bukan dibuat-buat karena memang ia sangat ramah. Ibuku bukanlah orang pendendam, jika ada yang menyakitinya, dia akan berusaha ikhlas. Dan banyak keikhlasan yang diajarkannya pada kami. Aku paling senang saat melihat wajah ibuku ceria karena diriku. Ibuku sering bercerita masa kecilnya, dia adalah seorang qori’ah, dia belajar tilawah Qur’an sejak kelas 5 SD, dia sangat rajin beribadah sejak kecil, dia belajar tentang agama dan bersemangat belajar agamanya , dia bercerita bahwa dia dulu adalah terlahir dari keluarga yang sederhana, bahkan untuk sholat saja ia tidak mempunyai mukenah pada saat itu ia masih sangat kecil, ia membuat mukenah sendiri dengan sarung, dengan tekad dan semangat yang kuat dalam beribadah dan belajar tilawah membuat ia banyak mendapatkan penghargaan pada lomba-lomba tilawah Qur’an. Ibuku juga memiliki sebuah hobby publik speaking , beliau sangat senang berbicara didepan umum, selain menjadi seorang qori’ah diberbagai acara, beliau juga menjadi seorang MC diacara pernikahan. Ibuku adalah orang yang hebat menurutku. Terkadang aku juga turut menemaninya saat menjadi qori’ah diberbagai acara, aku mendampinginya sebagai seorang penerjemah, ibuku mengajarkanku untuk berani tampil dimuka umum. Salah satu motivasi ku berkuliah salah satunya adalah ibuku, aku bersemangat demi membuatnya bahagia, ia saat menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dunia akhirat, semoga harapan itu segera tercapai.

Ibuku adalah sosok yang lemah lembut, beliau adalah orang yang sangat penyayang, dia tidak hanya mengurusku dan keluarga intiku, dia juga mengurus kakekku dan adik-adiknya. Dia tidak hanya seorang ibu yang baik tetapi ia juga seorang anak dan  kakak yang baik bagi ayah dan adik-adiknya. Dirinya yang terlahir anak yang sulung menjadikannya tempat bersandar bagi adik-adiknya. Ibuku adalah orang yang sangat perduli kepada orang lain, apalagi terhadap anak-anaknya, kami pernah berada dimasa-masa sulit, saat itu waktu lebaran hampir tiba, beliau rela tidak membeli sebuah baju demi kami anak-anaknya memakai baju baru. Melihat kami senang beliau sudah sangat senang, sama seperti ayahku. Ayah dan ibuku rela jika mereka tidak makan asalkan kami anak-anaknya makan. Ibuku banyak mengajarkan ku arti kehidupan, banyak sekali pengorbanan yang ia lakukan demi kami anak-anaknya. Dia adalah sosok yang ikhlas, mengajar murid-muridnya mengaji dan mencari muridnya apabila lama tak datang, ia mengajar dengan sepenuh hati, berharap agar apa yang ia lakukan diridhoi Allah SWT. Ibuku adalah orang yang sabar dalam mendidik anak-anaknya, walaupun terkadang tak jarang membuatnya kecewa tetapi ia tetap memaafkan, dirinya selalu aku banggakan, membahagiakannya adalah mimpiku. Ibuku banyak mengajarkanku arti kebaikan, berbuat baik kepada orang lain tanpa mengharapkan sebuah balasan selain balasan dari Allah. Banyak hal yang telah kulaui bersama ibu. Ibuku membesarkan 4 orang anak dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan. Tak jarang kami membuatnya cemas, saat kami sedang sakit bahkan ia pernah menangis tidak berdaya saat aku sakit dan harus menjalani operasi. Bu Linda biasa orang memanggilnya, wajah ceria dan keikhlasan hatinya selalu terpancar, tubuh mungilnya tampak tegar, memiliki ibu sepertinya adalah sebuah anugrah bagi kami. Saat aku gelisah, melihat wajahnya sangat menenangkan ku. Bu linda,, kulit putihnya mulai menggelap sebab berjemur mengambil kue yang ia titipkan diwarung-warung membantu sang suami mencari uang untuk menghidupi keluarga kecilnya, sungguh tak bisa aku melupakan semua itu. Kupanjatkan setiap hari do’a- do’a bagi ibu dan keluarga ku agar selalu mendapat Rahmat dari sang maha kuasa setiap harinya. Ibuku selalu mengingat kan ku agar jangan pernah lalai dalam beribadah, tidak hanya mengingatkanku seorang saja tetapi semua orang disekitar nya. Seperti yang aku bicarakan diawal tadi, beliau jarang marah apabila kami meminta izin padanya untuk libur sekolah, tetapi ia bisa sangat marah dan sangat kecewa apabila kami anak-anaknya meninggal kan sholat, pernah suatu waktu saat itu aku masih SMP atau SD aku lupa, pada saat itu aku meninggalkan sholat karena suatu alasan, ibuku tak menerima alasan apapun untuk aku meninggalkan sholat, beliau sangat kecewa dan marah saat aku meninggalkan sholat, maka dari itu tertanam didalam benakku sejak dini bahwa shalat adalah suatu hal yang sangat penting dan tak boleh ditinggalkan jika tidak ada alasan syar’i . Aku berharap agar aku dapat membahagiakan ibuku dan keluargaku, menggapai cita-cita yang kami harapkan dari dulu, ibu adalah pelita dirumah kami. Sesampainya dirumah yang pertama kali kami cari dan kami tanyakan adalah ibu, sebegitutu penting sosok ibu bagiku, aku rasa bukan hanya aku sendiri yang mencintai ibu, tetapi kita semua. Aku percaya bahwa aku dan kita semua sangat mencintai ibu kita.

Terwujudnya Mimpiku

Nama:Annisa Mardhatilla Kelas: PAI 2D Makul: Media Pembelajaran Dosen pengampu: Bpk. Firmansyah El-Habas, M.Pd Assalamualaikum warahmatu...